Pengobatan Kanker Tulang secara Medis

Selain kanker paru-paru, payudara, leukimia, kulit, usus besar, hati, dan ovarium, kanker tulang juga merupakan salah satu jenis kanker yang patut diwaspadai. Pasalnya, mulai dari rasa sakit dan nyeri, kesulitan untuk bergerak, perubahan posisi tubuh menjadi tidak normal, hingga terjadinya pengeroposan tulang dan bahkan harus merelakan sebagian anggota tubuh untuk diamputasi merupakan sejumlah bahaya dari kanker tulang. Kanker tulang terbagi dalam beberapa jenis, di antaranya osteosarcoma yakni jenis kanker yang menyerang pada ujung tulang panjang seperti di paha dan lengan juga kebanyakan menyerang usia remaja, chondrosarcoma yaitu jenis kanker yang mengintai bagian sel tulang rawan contohnya paha, panggul, belikat, dan lengan serta sebagian besar penderitanya adalah usia tua atau di atas umur 40 tahun, sarkoma ewing yaitu kanker yang tumbuh di jaringan syaraf dan penderitanya ialah anak di bawah usia 15 tahun.

Gejala penyakit kanker tulang sendiri biasanya tergantung dari fase atau tingkat keparahan penyakit, seperti nyeri atau sakit yang berkepanjangan, turunnya kemampuan dalam beraktivitas, pembengkakan pada tulang dekat area persendian, serta mudah patah atau rapuh. Untuk memastikan masalah yang dialami ketika mengalami beberapa gejala tersebut, melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis adalah hal penting untuk mendapat hasil diagnosa yang akurat serta mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat, baik itu dengan biopsi, x-ray, MRI scan, CT scan, maupun dengan cara diagnosa lainnya yang disesuaikan dengan kondisi kanker. Semakin parah kondisi kanker yang diderita maka tidak menutup kemungkinan akan memperkecil peluang kesembuhan. Simak pengobatan kanker tulang secara medis pada uraian berikut:

Bedah

Pengobatan kanker tulang dengan metode bedah dapat dilakukan dengan dua pilihan yakni operasi pengangkatan tulang dan juga amputasi.

  • Operasi pengangkatan tulang yang terkena kanker umumnya dilakukan jika sel kanker belum menyebar ke bagian luar tulang misalnya masih di sekitar lutut. Bagian tulang dan juga sendi yang terkena kanker masih memungkinkan untuk digantikan dengan sendi buatan. Dengan hal ini, sangat membantu bagi penderita untuk dapat beraktivitas tanpa harus kehilangan sebagian anggota tubuhnya.
  • Amputasi adalah cara metode yang dilakukan tatkala dengan operasi pengangkatan tulang tidak memungkinkan untuk dilakukan. Misalnya penyebaran sel kanker telah menuju syaraf, pembuluh darah, dan jaringan di sekitarnya. Namun, dalam kasus tertentu amputasi juga tak jarang dilakukan saat terjadi infeksi pasca operasi pengangkatan tulang.

Kemoterapi

Metode pengobatan dengan radioterapi bertujuan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker sehingga dari segi ukuran kanker bisa menyusut. Kemoterapi juga perlu dijalani penderita sebelum dilakukan amputasi. Bahkan, saat kasus kanker yang diderita sudah cukup parah, kemoterapi yang menggunakan obat-obatan sering kali dikolaborasikan dengan radioterapi guna mengendalikan pertumbuhan sel kanker. Efek samping dari kemoterapi salah satunya adalah menyebabkan kerontokan rambut.

Radioterapi

Sistem pengobatan kanker dengan radioterapi adalah menggunakan sinar yang fungsinya untuk memusnahkan sel kanker. Radioterapi juga kerap digunakan baik sebelum maupun sesudah operasi untuk memperlambat perkembangan kanker sekaligus mencegah kembali tumbuhnya sel kanker. Sementara dampak negatifnya ialah nyeri sendi, mual, dan juga bisa membuat rambut rontok.

Kanker tulang bukanlah masalah kesehatan yang bisa dianggap sepele. Jika masih bisa ditangani dengan pengangkatan tulang tentu akan lebih baik daripada diamputasi. Melakukan pemeriksaan dengan segera dan secara rutin merupakan hal yang sebaiknya diprioritaskan untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan.